• Selasa, Mei 19, 2015
  • Admin Blog
Masjid Jin ini terletak di Kampung Ma’la, tidak jauh dari lokasi pemakaman Khadijah di Makkah. Masjid ini menjadi saksi bisu dialog atara Rosululloh dengan para Jin. Masjid dengan bangunan yang modern dan indah ini luasnya 10 x 20 meter, memiliki dua lantai dan satu basement, diatapnya terdapat kubah yang dihiasi dengan tulisan kaligrafi Al-Quran Surat Al Jin ayat 1-9. Dalam catatan tertera di bangunan masjid tersebut ada keterangan masjid  terakhir direnovasi pada tahun 2001. Masjid ini berdekatan dengan dua masjid bersejarah lainya yaitu Masjid Sajarah (Masjid Pohon) dan Masjid Ar Rayah (Masjid Bendera).



Diriwayatkan, pada suatu ketika usai sholat Subuh Rosululloh SAW. Dan sahabat Anas bin Malik membaca Surat Ar Rahman ayat 1-7 yang artinya : “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan” lantunan ayat Suci Al Quran itu rupanya menarik perhatian rombongan Jin yang sedang lewat dalam perjalanan ke Tihamah. Para Jin tersebut lantas mendatangi tempat asal suara dan menemukan Rosululloh SAW. Bersama sahabatnya disana tengah membaca Alquran. Para Jin yang dalam perjalanan salah satu riwayat di sebutkan berjumlah tujuh itu kemudian langsung menjawabnya dengan kalimat, “Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami tidak mendustakan nikmat-Mu sedikitpun. Segala Puji hanya bagi-Mu yang telah memnberikan nikmat lahir dan batin kepada kami” . setelah itu para Jin berdialog dengan Nabi, mereka lantas menyatakan dirinya beriman kepada Allah SWT. Pimpinan para Jin hanya berkomunikasi dengan Nabi, sementara sahabat Anas tidak bisa melihat Jin nya, tapi bisa merasakan ada fenomena makhluk lain ditempat itu.

Kini masjid Jin menjadi salah satu rujukan tempat ziarah bagi para jamaah #Haji #Umroh di Makkah. Pada musim #Haji setiap hari ratusan jamaah berdatangan ke tempat ini. Mengingat asal mula keberadaan serta aspek historis yang terkandung di tempat ini, tidak menutup kemungkinan masjid tempat persinggahan para Jin yang menunaikan Ibadah #Haji, Wallahua’lam. Namun saying ada kabar berhembus bahwa masjid Jin akan di robohkan untuk perluasan jalan menuju Masjidil Haram. Di depan masjid ini memang terdapat jalur utama dari kawasan Jumayzah kea rah Masjidil Haram. Bila memang akan dirobohkan maka masjid Jin ini akan menjadi catatan Sejarah saja.


  • Selasa, Mei 19, 2015
  • Admin Blog
Jumlah penduduk 3,4 Juta Jiwa, Kota Jeddah tidak berbeda dengan kota metropolitan di negara lain seperti Singapura, Beijing, Tokyo ataupun Jakarta. Gedung – gedung berdesain modern, pusat perbelanjaan, dan tempat rekreasi serta taman – taman kota yang rapi. Jalan raya cukup bersih, di sisi kiri dan kanan banyak ditanami pepohonan rindang dan hijau. Mobil-mobil tipe terbaru dan berkelas berseliweran dijalanan, warna putih mendominasi karena selain menjadi warna favorit di Jeddah dan Arab Saudi secara umum, warna tersebut juga bisa mengurangi efek panas akibat cuaca ekstrim. Pada umumnya laju kendaraan sangat cepat, didalam kota rata-rata mencapai  80 km/jam. Sisi menarik Jeddah adalah banyaknya seni instalasi yang artistic bertebaran di sudut sudut kota.


Bila dibandingkan Makkah atau Madinah, Jeddah lebih gemerlap. Tidak hanya karena keberadaan Bandara Internasional King Abdul Aziz sebagai pintu masuk utama dimana banyak pendatang dari berbagai negara tiba di bandara ini, juga karena pusat – pusat pertokoan bertebaran di Jeddah. Selain kawasan Balad yang sangat popular sejumlah pusat pertokoan elit lainya bisa ditemukan di Jeddah. Pertokoan itu menyediakan hamper segala macam barang mulai dari fashion, furniture, karpet,  dan sajadah sampai mobil mewah. Mobil – mobil pribadi dengan merk – merk terkenal terkenal baik dari Jepang maupun Eropa, banyak berlalu lalang dan saling berkejaran di jalan-jalan. Setiap liburan atau weekend (Kamis dan Jumat) pusat perbelanjaan selalu ramai, tidak hanya para lelaki tetapi juga kaum perempuan, baik yang masih lajang atau yang sudah menikah, bagi yang sudah berkeluarga mereka selalu membawa anak-anak berbelanja atau sekedar makan-makan. Jamaah Haji biasa memanfaatkan waktu tunggu sebelum kembali ke Tanah Air dengan berbelanja di Jeddah. Pada musim Haji, hamper diseluruh pasar dan pusat perbelanjaan selalu terlihat rombongan Jamaah Haji Indonesia.
Suasana di Jeddah sedikit berbeda dengan kota-kota lainya. Sebagaimana di ketahui di negara Arab Saudi hamper semua wanitanya mengenakan pakaian abaya hitam dengan cadar di wajah saat keluar rumah, baik berbelanja maupun untuk kebutuhan lainya. Seluruh badan tertutup rapat, yang kelihatan hanya kedua mata saja. Sangat susah menemukan wanita yang memakai warna baju selain hitam. bila ada wanita berpakaian abaya hitam tanpa cadar bisa dipastikan itu adalah kaum pendatang yang bekerja di Arab Saudi, termasuk TKW Indonesia. Wanita yang Non-Muslim pun biasanya pramugrari atau perawat biasa tetap memakai jubbah hitam dengan rambut tergerai. Suasana Jeddah memang berbeda dengan kota Makkah, sebagai konsekuensi kota internasional yang terbuka. Namun demikian suasana Islaminya tetap kental. Menjelang waktu Sholat Dhuhur atau Ashar misalnya, semua took temasuk supermarket dan restoran tutup selama setengah sampai satu jam. Itu memang aturan dari pemerintah Arab Saudi, bahwa semua kegiatan perniagaan dan perkantoran harus tutup menjelang Sholat Wajib. Di negeri ini, suasana perniagaan justru akan lebih ramai saat malam hari. Pertokoan biasanya tutup pada jam 3 pagi. Pengunjung dengan membawa anak kecil pun masih berlalu lalang pada jam 1 dini hari. Untuk transportasi banyak pilihan di Jeddah mulai Bus hingga Taksi, sedangkan ongkos taksi di Jeddah berkisar 10 – 30 Riyal (Tawar menawar), jangan kaget kalau di tengah jalan sopirnya menaikkan lagi penumpang yang searah, itu memang hal yang biasa, sedangkan untuk penumpang wanita yang sendiri disarankan untuk berhati-hati.

Baca Juga Artikel :sejarah-kota-tua-al-balad

Jeddah merupakan Kota Metropolitan yang di huni berbagai bangsa di Dunia, ada Eropa, Asia, Afrika dan Amerika. Bangsa Filipina dan Indonesia cukup mendominasi di Jeddah yang mewakili etnis Asia Tenggara. Orang Arab susah membedakan Indonesia dan Filipina. Dari Asia Selatan ada India, Pakistan, dan Bangladesh yang susah juga dibedakan, karena memiliki warna kulit dan dialek yang sama. Namun ciri – ciri khusus untuk etnis tertentu, misalnya pendatang dari Afganistan yang bisa dikenali dengan perawakannya yang agak kecil, mata sipit, kulit agak putih, dan hidung mancung. Orang ber etnis Arab pun bermacam-macam asalnya. Bukan dari Arab Saudi saja, tapi banyak pendatang dari Lebanon, suriah, Mesir, Yaman, dan negara-negara lain yang hidup harmonis di Jeddah.

Dengan beragamnya anak bangsa yang beredar di kota ini, Bahasa apa yang paling penting dikusasai? Haruskah fasih Bahasa Arab? Nah kalau fasih ber Bahasa Arab akan memberi nilai tambah, akan tetapi Bahasa Inggris saja sudah cukup. Hamper disemua tempat umum para pelayan took, penjaga butik di Mall, kasir di swalayan, pekerja di Rumah Sakit, fasih Bahasa Inggris. Maklum jumlah pendatang di kota ini sama banyaknya dengan penduduk asli Arab Saudi yang bermukim di Jeddah. Khusus untuk pedatang dari Indonesia, jangan tersinggung kalau bisa ber bahasa Inggris dengan baik akan sering disangka orang Filipina. Mayoritas pendatang dari Indonesia (kebanyakan Wanita/TKW) tidak terlalu bisa ber bahasa Inggris. Nama Toko, nama Jalan dan petunjuk-petunjuk umum lainya tidak hanya di tuliskan dalam huruf Arab, huruf latin juga di sertakan.

Suasana kota pun hiruk pikuk. Kuliner Indonesia pun lengkap, bahkan banyak restoran asal Thailand atau Cina yang cocok dengan lidah orang Indonesia. Dan seharusnya semua jesnis makanan yang di jajakan di kota ini di kategorikan Halal. Ditambah dengan jaraknya yang hanya 70 km dari Kota Makkah, perlu waktu 45 menit perjalanan untuk mengunjungi Masjidil Haram dan Ka’bah.


  • Senin, Mei 18, 2015
  • Admin Blog
Kota Al-Balad secara harfiah berarti negara. Sekitar 2.500 tahun lalu, kawasan ini hanyalah sebuah desa nelayan . kota tua ini didirikan pada abad ke-7 Masehi sebagai pusat kota Jeddah. Karena tempatnya strategis, Al-Balad kemudian berkembang sebagai tempat singgah lalu lintas perdagangan antara Yaman dan Eropa. Al Balad pernah diibaratkan sebagai kota seribu satu malamnya Arab Saudi. Karena disini berkumpul para saudagar Arab, sehingga menjadikan Al Balad sebagai jantung kota Jeddah. Sekarang walaupun bukan lagi menjadi pusat kegiatan perdagangan satu-satunya, namun Al Balad tetap menjadi ruh kota Jeddah, karena masih menjadi sentra aktifitas bisnis dan perdagangan. Oleh karena itu Balad juga sering di juluki Parisnya Arab (Parijs van Arab). Balad menjadi surge berbelanja bagi masyarakat, baik masyarakat Jeddah maupun  luar negeri, termasuk Jamaah Haji Indonesia. Disini terdapat berbagai kebutuhan, mulai skala eceran hingga Grosir, dari barang antic hingga produk modern, dari produk local hingga impor. Banyak tempat penukaran uang asing termasuk menerima tukar Rupiah.


Balad adalah masa lalu Jeddah. Di kawasan ini gedung-gedung renta dengan dua hingga lima lantai yang rata-rata berumur lebih dari 100 tahun berdiri berhimpitan di bawah bayangan gedung-gedung pencakar langit bergaya modern, dan diantara hiruk pikuk aktifits jual beli di pusat perdagangan Bab Makkah, Bab Syarif, dan Souq Al-Alawi. Bangunan bekas tempat tinggal pedagang-pedagan kaya Jeddah pada masa lalu itu di bangun berdekatan satu sama lain, hanya dipisahkan dengan gang gang sempit selebar satu hingga dua meter, sehingga pada musim panas pejalan kaki yang melewatinya bisa berlindung dari sengatan cahaya matahari dibawah bayangannya. Pada tahun 1940-an, tembok-tembok peninggalan Turki Usmani yang meindungi kawasan ini di robohkan, padahal tembok tersebut merupakan peninggalan sejarah. Walaupun demikian masih banyak yang tersisa. Pada tahun 1970 hingga 1980-an ketika Jeddah (dan Arab Saudi) mulai kaya booming minyak, banyak warga Jeddah yang bergerak ke utara menjauh dari Al-Balad karena dianggap terlalu padat


  • Senin, Mei 18, 2015
  • Admin Blog
Jeddah adalah salah satu kota penting di Arab Saudi yang berada di pesisir Barat. Kota ini bermula dari sebuah desa nelayan bernama Quda’a. Jeddah kemudian berkembang menjadi kota dagang di kawasan Jazirah Arab masa lampau, kini telah bertransformasi menjadi kota modern yang merupakan pintu gerbang masuk kota Makkah. Bandara King Abdul Aziz dan Islamic Port Jeddah merupakan dua embarkasi utama di musim Haji, selain Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz di Madinah. Kota ini terletak di tepi laut Merah, sebagaimana kota-kota lainya di Araab Saudi, Jeddah memiliki Iklim gurun yang ekstrim. Temepartur suhu udaranya beragam, berbeda dengan daerah lain di Arab Saudi, pada musim panas cukup panas, pada musim dingin suhu tetap panas karena terpengaruh oleh iklim laut merah. Temperature pada musin dingin sampai 15° C pada malam hari, pada siang hari berkisar 25°C. pada musim panas temperaturnya sampai 40° C pada tengah hari, dan 30°C pada malam hari.

Pada tahun 647 Masehi Kota Jeddah ini didirikan oleh Khalifah Usman bin Affan, yang menyatakan bahwa Jeddah sebagai pintu masuk ke dua Tanah Suci yaitu Makkah dan Madinah. Jeddah akhirnya digunakan sebagai pelabuhan untuk kepentingan jamaah Haji hanya menggunakan jalur laut. Menurut beberapa sumber, kata “Jiddah” dalam Bahasa Arab berarti nenek karena disana diyakini ada makam Ibu Hawa istri Nabi Adam yang merupakan nenek moyang manusia, sumber lain mengatakan Jeddah berarti lepas pantai.

Kota Jeddah memiliki area kurang lebih 2400 km² dengan panjang garis pantai kurang lebih 80 km. sekarang kota ini dikenal dengan sebutan “The Bride of The Red Sea” (Pengantin Laut Merah) julukan ini sangatlah cocok untuk kota Jeddah jika dilihat dari letak geografisnya. Selain sebutan tersebut  Jeddah juga memiliki nama lain, yaitu “Al-Babul Haramaini” (Pintu Gerbang Dua Tanah Haram) karena sebagai pintu masuk ke Tanah Suci Makkah dan Madinah, atau juga disebut “Kota Tengah Pasar” karena pusat bisnis di Arab Saudi.
Pada tahun 1516 Masehi penjajah Portugis mulai memasuki Jeddah. Namun pada akhir abad 17 Kerajaan Turki Usmani (Ottoman) dapat mengalahkan armada Portugisdalam pertempuran dilaut merah. Turki Usmani juga menaklukkan Hujaz termasuk Kota Suci Makkah dan kota dagang Jeddah. Selama kepimimpinan Kerajaan Turki Usmani di Jeddah, di bangun tembok sebagai benteng perlindungan di beberapa kawasan pintu masuk yaitu :

1.       Bab Syarif (tembok gerbang Syarif, kawasan Balad) berada disebelah selatan.
2.       Bab Makkah (tembok gerbang Makkah, Mecca Street) berada disebelah timur.
3.       Bab Madinah (tembok gerbang Madinah, Medina Street) berada di sebelah utara.
4.       Bab Bahrul Ahmar (tembok gerbang yang langsung menhadap laut) berada disebelah barat.

Sekalipun wilayah Jeddah dikelilingi tembok benteng pelindung, namun kota ini tetap menerima
masuknya perwakilan negara asing terutama dari Eropa. Masih dibawah kepimpinan Turki Ustmani pada tahun 1825, perwakilan negara asing pertama yang dibuka di Jeddah adalah Perancis kemudian disusul Inggris dan negara – negara lainnya. Maka bertambahlah julukan untuk kota Jeddah yaitu “Biladul Qunashil” (Kota Konsulat). Setelah kerajaan Ottoman jatuh pada tahun 1915, sebagian tembok Jeddah juga diruntuhkan, namun masih banyak ditemukan Artefak Turki di sejumlah tempat. Setelah perang Dunia I berakhir pada tahun 1924 putra Ibnu Saud (Raja Abdul Aziz)  yang berasal dari wilayah Nejed dapat menaklukkan Makkah, Madinah dan Jeddah serta dapat menggulingkan penguasa Makkah yang bernama Syarif Husein bin Ali Al-Hasyimi. Syarief bin Ali-Hasyimi kemudian melarikan diri ke Cyprus sebelum berhijrah dan menetap di Amman Jordania. Kemudian keturunan Syarief Husein inilah yang nenjadi Raja – raja Jordania hingga kini termasuk raja yang berkuasa saat ini Raja Abdullah bin Husein

Sebagai Kota dagang Jeddah memiliki fasilitas yang cukup memadai. Pelabuhan lautnya merupakan pelabuhan utama yang menjadi sentral perdagangan menuju berbagai negara, khususnya negara-negara pesisir timur Afrika, serta Yaman, Oman, dan negara-negara teluk lainya. Pelabuhan merupakan pelabuhan bebas, sedangkan jalur udara Jeddah memiliki Bandara Internasional yang diambil dari nama Raja pertama Arab Saudi King Abdul Aziz. Bandara ini memiliki lima terminal, terminal khusus keluarga Kerajaan, terminal Internasional umum, terminal internasional khusus dan local saudia (Khusus untuk pesawat Saudi Arabian Airlines) serta terminal Haji.
Jeddah kini maju pesat, berbagai fasilitas sebagai kota metropolitan tumbuh di segala tempat. Pusat perbelanjaan megah berdiri dimana – mana. Seperti Mall of Arabia dan Corniche Commercial Center di kawasan Balad.


  





  • Selasa, Mei 12, 2015
  • Admin Blog



Apabila Sobat Jempol melihat batu akik yang berwarna warni indah dan bermotif unik, tidak heran kalau batu permata ini jadi incaran banyak orang. Ternyata sejarah batu akik itu cukup panjang, batu akik sudah nge trend sejak ratusan bahkan ribuan tahun silam.

Dibawah ini, ada fakta unik tentang batu akik yang mungkin belum pernah Sobat Jempol dengar. Sobat Jempol bisa membaca tentang kepercayaan dan fakta yang terkait dengan batu akik dari berbagai tempat dan waktu.
  • 1.     Batu Akik disebut agate : dalam bahasa Inggris, nama ini merupakan modifikasi dari Achates, nama sungai di Sicily. Konon disana merupakan tempat pertama batu akik di temukan, sungai itu kini sudah diubah namanya menjadi sungai Drilo.
  • 2.      Ada bukti bahwa batu akik sudah di gunakan sejak tahun 2000 sebelum masehi. Bukti sejarah bahwa kaum pria dari Eropa utara era Stone Age sudah menggunakan batu ini sebagai perhiasan. Pada tahun 400 sebelum masehi, batu akik di gunakan orang Yunani untuk membuat perhiasan dari masik – manik.
  • 3.    Batu akik merupakan salah satu batu berharga pertama yang dikenal manusia, jaman dau hulu ada kepercayaan bahwa memakai batu akik membuat pemakai menjadi orang ramah, jujur berwawasan luas dsb.
  • 4.      Di budaya Persia dianggap bisa melindungi dari mara bahaya. Batu akik juga di asosiasikan dengan kemampuan menyembuhkan orang sakit.

Nah Sobat, ternyata batu akik tidak hanya ada di Indonesia namun juga dipakai orang – orang di seluruh dunia

Unordered List

Sample Text

Media JEMPOL. Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini

Entri Populer

Popular Posts

Recent Posts

Text Widget