Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
  • Minggu, Juni 21, 2015
  • Admin Blog
Sebagai pusat Agama Islam selain Madinah, Makkah memeiliki pusat pendidikan dan pengajaran, pendidikan formal telah mulai dikembangkan sejak akhir periode Turki Usmani sampai kemudian pada tahun 1912, Muhammad Ali Zainal Ridha, seorang pedagang dari Jeddah, mendirikan madrasah Al-Falah di Makkah. Sampai pada tahun 2005, di Makkah terdapat 532 sekolah umum atau swasta untuk pria dan 681sekolah umum atau swasta untuk siswa perempuan. Sedangkan perguruan tinggi pertama didirikan di Makkah sekitar tahun 1949, yaitu Kulliyyat Al-Shar’iyah, yang kemudian menjadi Fakultas Syariah dari Universitas King Abdul Aziz yang berada di Jeddah. Saat ini perguruan tinggi yang terkenal di Makkah adalah Universitas Ummul Qura. Universitas ini banyak memberikan beasiswa bagi mahasiswa Islam di seluruh dunia termasuk Indonesia. Puluhan pelajar Indonesia setiap tahun diberangkatkan ke kampus ini untuk menuntut Ilmu Agama. Selain studi ilmu Syariah dan Bahasa Arab Universitas Ummul Qura juga membuka berbagai studi ilmu umum antara lain, Manajemen, tehnik, kedokteran, pendidikan dan berbagai ilmu terapan. Beberapa tokoh Indonesia yang merupakan lulusan perguruan tinggi adalah mantan ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Mantan Menteri Agama Said Agil Husin Al Munawar, Ketua PBNU Said Aqil Siradj dan masih banyak yang lain.


Makkah sebagai kota suci umat Islam dan tempat menunaikan Ibadah Haji, kota ini setiap tahunya menerima kunjungan umat Islam dari berbagai Megara. Dengan beberapa fasilitas diantaranya perhotelan, transportasi, dan kesehatan merupakan fasilitas pendukung utama yang menjadi perhatian khusus bagi pemerintah Arab Saudi.
  • Minggu, Juni 21, 2015
  • Admin Blog
Makkah merupakan sebuah kota suci umat Islam sedunia. Kota ini menjadi tujuan utama kaum muslimin dalam menunaikan ibadah Haji. Di kota ini terdapat sebuah bangunan utama yang bernama Masjidil Haram dengan Ka’bah didalamnya. Bangunan Ka’bah ini dijadikan patokan arah kiblat untuk ibadah Sholat Umat Islam di seluruh dunia. Makkah merupakan tempat lahirnya Nabi Muhammad SAW. Dalam Alquran, kota ini disebut juga dengan 11 nama yang berbeda. Diantaranya adalaha Bakkah, Ummul Qura (Perkampungan tua), Al Balad (Negara) Al Baladul Amin (Negeri yang aman) Al Baldah (Negeri) Haram Amin (tanah suci yang aman) Wad Ghairu (lembah yang gersang) Ma’ad (Tempat kembali) Qaryah (Negeri/kampung) dll.

Makkah adalah lembah kering yang dikelilingi gunung-gunung batu yang tandus. Sebelah timur berdiri Gunung Abu Qubays, di selatan Gunung Abi Hadidah dan Gunung Khundamah, di Utara Gunung Al-Fajl, Gunung Qaiqaan, Gunung Hindi, Gunung Lu’Lu’ dan Gunung Kada yang merupakan gunung tertinggi. Letak Makkah kira-kira 330 meter diatas permukaan air laut. Persinggahan para Khafilah yang mengadakan perjalanan dari Yaman di selatan ke Syam (syiria) dan Palestina di Utara. Karena posisinya itu Makkah menjadi kota yang penting, namun tidak pernah di jadikan Ibu Kota.


Secara geografis kota Makkah terletak sekitar 500 km sebelah selatan kota Madinah, kurang lebih 100 km sebelah timur laut kota Jeddah. Kota ini merupakan lembah sempit yang dikelilingi gunung gunung dengan bangunan Ka’bah sebagai pusatnya. Dengan demikian, pada masa dahulu kota Makkah rawan banjir bila musim hujan tiba sebelum akhirnya pemerintah Arab Saudi memperbaiki saluran irigasi dan merenovasi kota ini. Seperti pada umumnya kota-kota diwilayah Arab Saudi. Kota Makkah ber iklim gurun. Suhu pada musim panas antara 43° - 49° celcius, pada musim dingin antara 10° - 19° celcius. Musim panas biasanya bulan mei hingga September. Sedangkan musim dingin antara Oktober hingga April dan puncaknya pada bulan Januari dan Februari yang bisa mencapai 10° derajat celcius.
  • Selasa, Mei 19, 2015
  • Admin Blog
Masjid Jin ini terletak di Kampung Ma’la, tidak jauh dari lokasi pemakaman Khadijah di Makkah. Masjid ini menjadi saksi bisu dialog atara Rosululloh dengan para Jin. Masjid dengan bangunan yang modern dan indah ini luasnya 10 x 20 meter, memiliki dua lantai dan satu basement, diatapnya terdapat kubah yang dihiasi dengan tulisan kaligrafi Al-Quran Surat Al Jin ayat 1-9. Dalam catatan tertera di bangunan masjid tersebut ada keterangan masjid  terakhir direnovasi pada tahun 2001. Masjid ini berdekatan dengan dua masjid bersejarah lainya yaitu Masjid Sajarah (Masjid Pohon) dan Masjid Ar Rayah (Masjid Bendera).



Diriwayatkan, pada suatu ketika usai sholat Subuh Rosululloh SAW. Dan sahabat Anas bin Malik membaca Surat Ar Rahman ayat 1-7 yang artinya : “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan” lantunan ayat Suci Al Quran itu rupanya menarik perhatian rombongan Jin yang sedang lewat dalam perjalanan ke Tihamah. Para Jin tersebut lantas mendatangi tempat asal suara dan menemukan Rosululloh SAW. Bersama sahabatnya disana tengah membaca Alquran. Para Jin yang dalam perjalanan salah satu riwayat di sebutkan berjumlah tujuh itu kemudian langsung menjawabnya dengan kalimat, “Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami tidak mendustakan nikmat-Mu sedikitpun. Segala Puji hanya bagi-Mu yang telah memnberikan nikmat lahir dan batin kepada kami” . setelah itu para Jin berdialog dengan Nabi, mereka lantas menyatakan dirinya beriman kepada Allah SWT. Pimpinan para Jin hanya berkomunikasi dengan Nabi, sementara sahabat Anas tidak bisa melihat Jin nya, tapi bisa merasakan ada fenomena makhluk lain ditempat itu.

Kini masjid Jin menjadi salah satu rujukan tempat ziarah bagi para jamaah #Haji #Umroh di Makkah. Pada musim #Haji setiap hari ratusan jamaah berdatangan ke tempat ini. Mengingat asal mula keberadaan serta aspek historis yang terkandung di tempat ini, tidak menutup kemungkinan masjid tempat persinggahan para Jin yang menunaikan Ibadah #Haji, Wallahua’lam. Namun saying ada kabar berhembus bahwa masjid Jin akan di robohkan untuk perluasan jalan menuju Masjidil Haram. Di depan masjid ini memang terdapat jalur utama dari kawasan Jumayzah kea rah Masjidil Haram. Bila memang akan dirobohkan maka masjid Jin ini akan menjadi catatan Sejarah saja.


  • Selasa, Mei 19, 2015
  • Admin Blog
Jumlah penduduk 3,4 Juta Jiwa, Kota Jeddah tidak berbeda dengan kota metropolitan di negara lain seperti Singapura, Beijing, Tokyo ataupun Jakarta. Gedung – gedung berdesain modern, pusat perbelanjaan, dan tempat rekreasi serta taman – taman kota yang rapi. Jalan raya cukup bersih, di sisi kiri dan kanan banyak ditanami pepohonan rindang dan hijau. Mobil-mobil tipe terbaru dan berkelas berseliweran dijalanan, warna putih mendominasi karena selain menjadi warna favorit di Jeddah dan Arab Saudi secara umum, warna tersebut juga bisa mengurangi efek panas akibat cuaca ekstrim. Pada umumnya laju kendaraan sangat cepat, didalam kota rata-rata mencapai  80 km/jam. Sisi menarik Jeddah adalah banyaknya seni instalasi yang artistic bertebaran di sudut sudut kota.


Bila dibandingkan Makkah atau Madinah, Jeddah lebih gemerlap. Tidak hanya karena keberadaan Bandara Internasional King Abdul Aziz sebagai pintu masuk utama dimana banyak pendatang dari berbagai negara tiba di bandara ini, juga karena pusat – pusat pertokoan bertebaran di Jeddah. Selain kawasan Balad yang sangat popular sejumlah pusat pertokoan elit lainya bisa ditemukan di Jeddah. Pertokoan itu menyediakan hamper segala macam barang mulai dari fashion, furniture, karpet,  dan sajadah sampai mobil mewah. Mobil – mobil pribadi dengan merk – merk terkenal terkenal baik dari Jepang maupun Eropa, banyak berlalu lalang dan saling berkejaran di jalan-jalan. Setiap liburan atau weekend (Kamis dan Jumat) pusat perbelanjaan selalu ramai, tidak hanya para lelaki tetapi juga kaum perempuan, baik yang masih lajang atau yang sudah menikah, bagi yang sudah berkeluarga mereka selalu membawa anak-anak berbelanja atau sekedar makan-makan. Jamaah Haji biasa memanfaatkan waktu tunggu sebelum kembali ke Tanah Air dengan berbelanja di Jeddah. Pada musim Haji, hamper diseluruh pasar dan pusat perbelanjaan selalu terlihat rombongan Jamaah Haji Indonesia.
Suasana di Jeddah sedikit berbeda dengan kota-kota lainya. Sebagaimana di ketahui di negara Arab Saudi hamper semua wanitanya mengenakan pakaian abaya hitam dengan cadar di wajah saat keluar rumah, baik berbelanja maupun untuk kebutuhan lainya. Seluruh badan tertutup rapat, yang kelihatan hanya kedua mata saja. Sangat susah menemukan wanita yang memakai warna baju selain hitam. bila ada wanita berpakaian abaya hitam tanpa cadar bisa dipastikan itu adalah kaum pendatang yang bekerja di Arab Saudi, termasuk TKW Indonesia. Wanita yang Non-Muslim pun biasanya pramugrari atau perawat biasa tetap memakai jubbah hitam dengan rambut tergerai. Suasana Jeddah memang berbeda dengan kota Makkah, sebagai konsekuensi kota internasional yang terbuka. Namun demikian suasana Islaminya tetap kental. Menjelang waktu Sholat Dhuhur atau Ashar misalnya, semua took temasuk supermarket dan restoran tutup selama setengah sampai satu jam. Itu memang aturan dari pemerintah Arab Saudi, bahwa semua kegiatan perniagaan dan perkantoran harus tutup menjelang Sholat Wajib. Di negeri ini, suasana perniagaan justru akan lebih ramai saat malam hari. Pertokoan biasanya tutup pada jam 3 pagi. Pengunjung dengan membawa anak kecil pun masih berlalu lalang pada jam 1 dini hari. Untuk transportasi banyak pilihan di Jeddah mulai Bus hingga Taksi, sedangkan ongkos taksi di Jeddah berkisar 10 – 30 Riyal (Tawar menawar), jangan kaget kalau di tengah jalan sopirnya menaikkan lagi penumpang yang searah, itu memang hal yang biasa, sedangkan untuk penumpang wanita yang sendiri disarankan untuk berhati-hati.

Baca Juga Artikel :sejarah-kota-tua-al-balad

Jeddah merupakan Kota Metropolitan yang di huni berbagai bangsa di Dunia, ada Eropa, Asia, Afrika dan Amerika. Bangsa Filipina dan Indonesia cukup mendominasi di Jeddah yang mewakili etnis Asia Tenggara. Orang Arab susah membedakan Indonesia dan Filipina. Dari Asia Selatan ada India, Pakistan, dan Bangladesh yang susah juga dibedakan, karena memiliki warna kulit dan dialek yang sama. Namun ciri – ciri khusus untuk etnis tertentu, misalnya pendatang dari Afganistan yang bisa dikenali dengan perawakannya yang agak kecil, mata sipit, kulit agak putih, dan hidung mancung. Orang ber etnis Arab pun bermacam-macam asalnya. Bukan dari Arab Saudi saja, tapi banyak pendatang dari Lebanon, suriah, Mesir, Yaman, dan negara-negara lain yang hidup harmonis di Jeddah.

Dengan beragamnya anak bangsa yang beredar di kota ini, Bahasa apa yang paling penting dikusasai? Haruskah fasih Bahasa Arab? Nah kalau fasih ber Bahasa Arab akan memberi nilai tambah, akan tetapi Bahasa Inggris saja sudah cukup. Hamper disemua tempat umum para pelayan took, penjaga butik di Mall, kasir di swalayan, pekerja di Rumah Sakit, fasih Bahasa Inggris. Maklum jumlah pendatang di kota ini sama banyaknya dengan penduduk asli Arab Saudi yang bermukim di Jeddah. Khusus untuk pedatang dari Indonesia, jangan tersinggung kalau bisa ber bahasa Inggris dengan baik akan sering disangka orang Filipina. Mayoritas pendatang dari Indonesia (kebanyakan Wanita/TKW) tidak terlalu bisa ber bahasa Inggris. Nama Toko, nama Jalan dan petunjuk-petunjuk umum lainya tidak hanya di tuliskan dalam huruf Arab, huruf latin juga di sertakan.

Suasana kota pun hiruk pikuk. Kuliner Indonesia pun lengkap, bahkan banyak restoran asal Thailand atau Cina yang cocok dengan lidah orang Indonesia. Dan seharusnya semua jesnis makanan yang di jajakan di kota ini di kategorikan Halal. Ditambah dengan jaraknya yang hanya 70 km dari Kota Makkah, perlu waktu 45 menit perjalanan untuk mengunjungi Masjidil Haram dan Ka’bah.


  • Senin, Mei 18, 2015
  • Admin Blog
Kota Al-Balad secara harfiah berarti negara. Sekitar 2.500 tahun lalu, kawasan ini hanyalah sebuah desa nelayan . kota tua ini didirikan pada abad ke-7 Masehi sebagai pusat kota Jeddah. Karena tempatnya strategis, Al-Balad kemudian berkembang sebagai tempat singgah lalu lintas perdagangan antara Yaman dan Eropa. Al Balad pernah diibaratkan sebagai kota seribu satu malamnya Arab Saudi. Karena disini berkumpul para saudagar Arab, sehingga menjadikan Al Balad sebagai jantung kota Jeddah. Sekarang walaupun bukan lagi menjadi pusat kegiatan perdagangan satu-satunya, namun Al Balad tetap menjadi ruh kota Jeddah, karena masih menjadi sentra aktifitas bisnis dan perdagangan. Oleh karena itu Balad juga sering di juluki Parisnya Arab (Parijs van Arab). Balad menjadi surge berbelanja bagi masyarakat, baik masyarakat Jeddah maupun  luar negeri, termasuk Jamaah Haji Indonesia. Disini terdapat berbagai kebutuhan, mulai skala eceran hingga Grosir, dari barang antic hingga produk modern, dari produk local hingga impor. Banyak tempat penukaran uang asing termasuk menerima tukar Rupiah.


Balad adalah masa lalu Jeddah. Di kawasan ini gedung-gedung renta dengan dua hingga lima lantai yang rata-rata berumur lebih dari 100 tahun berdiri berhimpitan di bawah bayangan gedung-gedung pencakar langit bergaya modern, dan diantara hiruk pikuk aktifits jual beli di pusat perdagangan Bab Makkah, Bab Syarif, dan Souq Al-Alawi. Bangunan bekas tempat tinggal pedagang-pedagan kaya Jeddah pada masa lalu itu di bangun berdekatan satu sama lain, hanya dipisahkan dengan gang gang sempit selebar satu hingga dua meter, sehingga pada musim panas pejalan kaki yang melewatinya bisa berlindung dari sengatan cahaya matahari dibawah bayangannya. Pada tahun 1940-an, tembok-tembok peninggalan Turki Usmani yang meindungi kawasan ini di robohkan, padahal tembok tersebut merupakan peninggalan sejarah. Walaupun demikian masih banyak yang tersisa. Pada tahun 1970 hingga 1980-an ketika Jeddah (dan Arab Saudi) mulai kaya booming minyak, banyak warga Jeddah yang bergerak ke utara menjauh dari Al-Balad karena dianggap terlalu padat


Unordered List

Sample Text

Media JEMPOL. Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini

Entri Populer

Popular Posts

Recent Posts

Text Widget