• Minggu, Juni 21, 2015
  • Admin Blog
Makkah merupakan sebuah kota suci umat Islam sedunia. Kota ini menjadi tujuan utama kaum muslimin dalam menunaikan ibadah Haji. Di kota ini terdapat sebuah bangunan utama yang bernama Masjidil Haram dengan Ka’bah didalamnya. Bangunan Ka’bah ini dijadikan patokan arah kiblat untuk ibadah Sholat Umat Islam di seluruh dunia. Makkah merupakan tempat lahirnya Nabi Muhammad SAW. Dalam Alquran, kota ini disebut juga dengan 11 nama yang berbeda. Diantaranya adalaha Bakkah, Ummul Qura (Perkampungan tua), Al Balad (Negara) Al Baladul Amin (Negeri yang aman) Al Baldah (Negeri) Haram Amin (tanah suci yang aman) Wad Ghairu (lembah yang gersang) Ma’ad (Tempat kembali) Qaryah (Negeri/kampung) dll.

Makkah adalah lembah kering yang dikelilingi gunung-gunung batu yang tandus. Sebelah timur berdiri Gunung Abu Qubays, di selatan Gunung Abi Hadidah dan Gunung Khundamah, di Utara Gunung Al-Fajl, Gunung Qaiqaan, Gunung Hindi, Gunung Lu’Lu’ dan Gunung Kada yang merupakan gunung tertinggi. Letak Makkah kira-kira 330 meter diatas permukaan air laut. Persinggahan para Khafilah yang mengadakan perjalanan dari Yaman di selatan ke Syam (syiria) dan Palestina di Utara. Karena posisinya itu Makkah menjadi kota yang penting, namun tidak pernah di jadikan Ibu Kota.


Secara geografis kota Makkah terletak sekitar 500 km sebelah selatan kota Madinah, kurang lebih 100 km sebelah timur laut kota Jeddah. Kota ini merupakan lembah sempit yang dikelilingi gunung gunung dengan bangunan Ka’bah sebagai pusatnya. Dengan demikian, pada masa dahulu kota Makkah rawan banjir bila musim hujan tiba sebelum akhirnya pemerintah Arab Saudi memperbaiki saluran irigasi dan merenovasi kota ini. Seperti pada umumnya kota-kota diwilayah Arab Saudi. Kota Makkah ber iklim gurun. Suhu pada musim panas antara 43° - 49° celcius, pada musim dingin antara 10° - 19° celcius. Musim panas biasanya bulan mei hingga September. Sedangkan musim dingin antara Oktober hingga April dan puncaknya pada bulan Januari dan Februari yang bisa mencapai 10° derajat celcius.
  • Minggu, Juni 21, 2015
  • Admin Blog
                                                      
Maulana Malik Ibrahim, atau Makdum Ibrahim As-Samarkandy diperkirakan lahir di Samarkand, Asia Tengah, pada paruh awal abad 14. Babad Tanah Jawi versi Meinsma menyebutnya Asmarakandi, mengikuti pengucapan lidah Jawa terhadap As-Samarkandy, berubah menjadi Asmarakandi

Maulana Malik Ibrahim kadang juga disebut sebagai Syekh Magribi. Sebagian rakyat malah menyebutnya Kakek Bantal. Ia bersaudara dengan Maulana Ishak, ulama terkenal di Samudra Pasai, sekaligus ayah dari Sunan Giri (Raden Paku). Ibrahim dan Ishak adalah anak dari seorang ulama Persia, bernama Maulana Jumadil Kubro, yang menetap di Samarkand. Maulana Jumadil Kubro diyakini sebagai keturunan ke-10 dari Syayidina Husein, cucu Nabi Muhammad saw.

Maulana Malik Ibrahim pernah bermukim di Campa, sekarang Kamboja, selama tiga belas tahun sejak tahun 1379. Ia malah menikahi putri raja, yang memberinya dua putra. Mereka adalah Raden Rahmat (dikenal dengan Sunan Ampel) dan Sayid Ali Murtadha alias Raden Santri. Merasa cukup menjalankan misi dakwah di negeri itu, tahun 1392 M Maulana Malik Ibrahim hijrah ke Pulau Jawa meninggalkan keluarganya.

Beberapa versi menyatakan bahwa kedatangannya disertai beberapa orang. Daerah yang ditujunya pertama kali yakni desa Sembalo, daerah yang masih berada dalam wilayah kekuasaan Majapahit. Desa Sembalo sekarang, adalah daerah Leran kecamatan Manyar, 9 kilometer utara kota Gresik.

Aktivitas pertama yang dilakukannya ketika itu adalah berdagang dengan cara membuka warung. Warung itu menyediakan kebutuhan pokok dengan harga murah. Selain itu secara khusus Malik Ibrahim juga menyediakan diri untuk mengobati masyarakat secara gratis. Sebagai tabib, kabarnya, ia pernah diundang untuk mengobati istri raja yang berasal dari Campa. Besar kemungkinan permaisuri tersebut masih kerabat istrinya.

Kakek Bantal juga mengajarkan cara-cara baru bercocok tanam. Ia merangkul masyarakat bawah -kasta yang disisihkan dalam Hindu. Maka sempurnalah misi pertamanya, yaitu mencari tempat di hati masyarakat sekitar yang ketika itu tengah dilanda krisis ekonomi dan perang saudara. Selesai membangun dan menata pondokan tempat belajar agama di Leran, tahun 1419 M Maulana Malik Ibrahim wafat. Makamnya kini terdapat di kampung Gapura, Gresik, Jawa Timur.


  • Minggu, Juni 21, 2015
  • Admin Blog
Puasa “Saumu” menurut bahasa Arab adalah “menahan diri dari segala sesuatu” seperti menahan makan, minum, nafsu, menahan berbicara yang tidak bermanfaat dan sebaganinya. Menurut istilah Agama Islam yaitu “menahan diri dari sesuatu yang membatalkannya, satu hari lamanya, mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari dengan niat dan beberapa syarat”. Seperti Firman Allah SWT. Yang artinya “ Makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar” (QS. Al-Baqarah:187). Rasulullah SAW. Bersabda  yang artinya “ dari Ibnu Umar. Ia berkata,”Saya telah mendengar Nabi Besar SAW. Bersabda “Apabila malam dating, siang lenyap dan matahari telah terbenam, maka sesungguhnya telah dating waktu berbuka bagi orang yang berpuasa.” (HR. Bukhari Muslim)

Puasa Ada Empat Macam
  • 1.      Puasa Wajib, yaitu puasa Bulan Ramadhan, puasa Kafarat, dan puasa Nadzar.
  • 2.      Puasa Sunat.
  • 3.      Puasa Makruh
  • 4.      Puasa Haram, yaitu puasa hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Haji dan tiga hari sesudah Hari Raya Haji, yaitu tanggal 11,12 dan 13.

Puasa Bulan Ramadhan merupakan salah satu dari rukun Islam yang Lima, diwajibkan pada tahun kedua Hijriah, yaitu tahun kedua setelah Nabi Muhammad SAW. Hijrah ke Madinah. Hukumnya Fardu ‘Ain  atas tiap – tiap Mukallaf (Baligh dan Berakal).
Firman Allah SWT. Yang artinya “ Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa ( yaitu) dalam beberapa hari tertentu”. (QS: Al-Baqarah: 183-184)

Rasulullah SAW. Telah mengerjakan puasa Sembilan kali Ramadhan, delapan kali 29 hari, satu kali pas 30 hari. Beliau berkata dalam Hadist Bukhari, “Bulan itu kadang-kadang 30 hari, kadang-kadang 29 hari.” Sabda Rasulullah SAW. Yang artinya : “Islam itu di tegakkan diatas 5 dasar : (1) bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang hak (Patut di Sembah) kecuali Allah SWT, dan bahwasanya Nabi Muhammad SAW. Adalah utusan Allah SWT, (2) Mendirikan Sholat 5 Waktu, (3) membayarkan Zakat, (4) mengerjakan Haji ke Baitullah (5) berpuasa pada bulan Ramadhan”. (HR Bukhari, Muslim, Ahmad)

Puasa Ramadhan diwajibkan atas tiap-tiap orang Mukallaf dengan salah satu ketentuan ketentuan berikut ini :
  • 1.      Dengan melihat Bulan bagi yang merlihatnya sendiri.
  • 2.    Dengan mencukupkan bulan Sya’ban tiga puluh hari, maksudnya Sya’ban tidak terlihat, tentu kita tidak dapat menentukan hitungan sempurnanya 30 hari.
  • 3.      Dengan adanya melihat (ru-yat) yang dipersaksikan oleh seorang yang adil di muka hakim.
  • 4.   Dengan kabar Mutawatir, yaitu kabar orang banyak, sehingga mustahil mereka akan dapat sepakat berdusta atau sekata atas kabar  yang dusta.
  • 5.      Percaya kepada orang yang melihat.
  • 6.    Tanda tanda yang biasa dilakukan di kota-kota besar dan memberitahukan kepada orang banyak (umum) seperti lampu meriam dan sebagainya.
  • 7.      Dengan ilmu hisab atau kabar dari ahli hisab (ilmu bintang).

       Platform media sosial seperti Facebook, Twitter dan Instagram (IG) telah menjadi platform yang paling populer di kalangan netizens terutama dengan pengiriman cepat pengiriman status seseorang atau pesan, baik melalui komunikasi langsung atau melalui berbagi informasi. Terlepas dari berbagi update satu harian, media sosial sayangnya juga menjadi magnet bagi fitnah, rumor palsu dan komentar kasar.
 
Di Bulan Suci Ramadhan, sebaiknya pengguna media sosial khususnya prajurit keyboard dapat menggunakan platform media sosial untuk berbagi ide lebih menguntungkan dan bermanfaat. Seperti dilansir malaysiadigest dalam berita nya, seperti apa yang dikatakan M. Asyraf pemenang program reality TV, bahwa “Apa yang kita lihat sekarang adalah bahwa prajurit keyboard yang tampaknya tidak memiliki jiwa atau menunjukkan sensitivitas apapun dalam menyaring apa yang ingin mereka katakan. "Seolah-olah mereka tidak memiliki hati nurani. Ketika mereka melihat sesuatu bersama secara online, mereka akan memposting status tanpa berpikir tentang konsekuensi. "Ketika datang untuk membuat komentar pada foto bersama, mereka menunjukkan kurangnya pertimbangan, merusak martabat orang itu,".
 
ð   
 
Asyraf, yang juga seorang pendekar keyboard, mengingatkan semua pengguna media sosial untuk berperilaku positif termasuk ketika berpartisipasi dalam forum online atau bahkan dalam posting pendapat melalui blog karena mencerminkan interaksi seseorang dengan orang lain. "Sebagai seorang Muslim, Anda harus membuat semua orang di sekitar Anda merasa nyaman dengan kata-kata dan tindakan," katanya. Asyraf juga berbagi bahwa ia sedang sibuk menjalankan usahanya di Bangi Tengah, selain terlibat dalam beberapa program televisi. Dia juga menunjukkan bahwa tempat usaha itu telah berubah menjadi surau untuk masyarakat untuk menggunakan selama bulan Ramadhan.


  • Senin, Juni 01, 2015
  • Admin Blog
Di sebuah desa ada 2 orang sahabat , yg satu anak orang kaya pemilik perusahaan industri rumah tangga seperti sendok dll  yg satunya anak seorang penjahit ,...nah kedua sahabat ini memiliki prestasi yg cukup baik di sekolah ,..setelah lulus SMA sang anak orang kaya melanjutkan kuliah jurusan manajemen  sementara anak tukang jahit membantu orang tuanya menjahit dirumah ,..anak penjahit ini sangat rajin ditahun pertama dia belajar menjahit segala pakaian , hingga mahir ,,,ditahun kedua dia mulai rajin belajar memasarkan ,..bahkan di tahun ke 4 dia mulai mempromosikan hasil jahitanya melalui internet di warnet sebelah rumahnya ,..sementara si anak orang kaya juga lulus menjadi sarjana ekonomi dgn predikat cum laude ,karena sang ayah sudah tua maka meminta dirinya  pulang kampung melanjutkan usaha orang tuanya yakni perusahaan industri rumah tangga,..sang anak awalnya menolak tapi dgn terpaksa akhirnya dia mau juga menjalankan usaha ayahnya dgn rasa malas ,..Nah, karena sikap malasnya hanya bertahan 2 tahun perusahaan yg dipimpinya jatuh bangkrut bahkan harus memPHK beberapa karyawan,..sebaliknya sang sahabat yg tekun dan rajin mengelola usaha jahitan sang ayah yg dulunya kecil ,..sekarang sdh menjadi sebuah perusahaan konveksi besar dgn puluhan karyawan

Akar permasalahan kisah tadi adalah MALAS & RAJIN
Adalah manusiawi kalo kita dihinggapi rasa malas itu normal,..tapi jangan dipelihara,..nah , bagaimana kiat mengatasi kalo rasa malas datang ,..? yuk dicoba  4 kiat atasi malas ;

1.Tetapkan Tujuan
Orang yang malas biasanya tidak memiliki motivasi untuk berkembang ke arah kehidupan yang lebih baik. Sementara orang yang tidak memiliki motivasi biasanya tidak memiliki tujuan-tujuan hidup yang pantas dan layak untuk diraih. Dan orang yang tidak memiliki tujuan-tujuan hidup, biasanya sangat jarang bahkan mungkin tidak pernah memiliki komitmen-komitmen dlm hidup.

Di sinilah pangkal persoalannya. Tanpa tujuan, atau komitmen-komitmen pencapaian hidup, maka seseorang hanya bergerak secara naluriah dan sangat rentan diombang-ambingkan situasi di sekelilingnya. Posisi seperti ini membuatnya menjadi pasif, menunggu, tergantung pada situasi, dan cenderung menyerah pada nasib. So tetapkan tujuanmu , misal ; ingin membahagiakan ortu , maka kejar sampai dapat jangan menyerah!!

Baca Juga Artikel :


2. Asahlah Kemampuan
Orang yang memiliki tujuan-tujuan hidup yang pasti,  biasanya memiliki motivasi tinggi.
Nah, akan lebih baik lagi jika tujuan- tujuan dilengkapi dengan aktivitas-aktivitas pembelajaran, seperti mencari cara-cara yang efisien dan efektif untuk mencapai tujuan- tujuan tersebut. Kita juga perlu sekali mengasah kemampuan atau ketrampilan-ketrampilan supaya langkah-langkah yang diambil itu akan membawa kita pada pencapaian tujuan secara efektif dan efisien.,..ingat ! pisau makin diasah makin TAJAM

3. Pergaulan SEHAT
Ada ungkapan jawa ’ Galangan ngalahne golongan ’
Meski kita dididik uk rajin tapi kalo kita berada dilingkungan PEMALAS ,..kita bisa jadi MALAS

Situasi atau lingkungan di mana kita berada sungguh ada pengaruhnya.
Orang yang mulai dihinggapi rasa malas sangat dianjurkan agar menjauhi mereka yang juga mulai diserang kebosanan, putus asa, rasa enggan, apalagi negative thinking.
Jika rasa malas mulai menyerbu kita, jangan berlama-lama duduk berdiam diri. Cara paling ampuh menghilangkan kemalasan adalah bangkit berdiri dan menghampiri orang-orang yang sedang tekun dan bersemangat melakukan sesuatu. Dekati mereka yang sedang bekerja keras untuk meraih impian-impiannya. Manusia-manusia optimis, self- motivated, punya ambisi, positive thinking, dan memiliki tujuan hidup pasti, umumnya memancarkan aura positif kepada apa pun dan siapa pun di sekelilingnya. Pancaran optimisme dan semangat itulah yang bisa menginspirasi orang lain, bahkan menularkan semangat yang sama sehingga orang lain jadi ikut tergerak.

4. Disiplin Diri
Ada sebuah ungkapan yang sangat dalam maknanya dari Andrie Wongso, Motivator No.1 Indonesia, yang bunyinya; "Jika kita lunak di dalam, maka dunia luar akan keras kepada kita. Tapi jika kita keras di dalam, maka dunia luar akan lunak kepada kita". Kata-kata mutiara yang luar biasa ini menegaskan, bahwa jika kita mau bersikap keras pada diri sendiri, dalam arti menempa rasa disiplin dalam berbagai hal, maka banyak hal akan bisa kita kerjakan dengan baik. Sikap keras pada diri sendiri atau disiplin itulah yang umumnya membawa kesuksesan bagi karir para siswa teladan,olahragawan dan pekerja profesional yang memang menuntut sikap disiplin dalam banyak hal. Bayangkan, bagaimana seorang atlet bisa menjadi juara jika dia tidak disiplin berlatih?

Sebaliknya, jika kita terlalu lunak atau memanjakan diri sendiri, memelihara kemalasan, gak mau belajar, tidak merasa bersalah jika lalai atau gagal dalam tugas, maka dunia luar akan sangat tidak bersahabat. Olahragawan yang manja pasti tidak akan pernah jadi juara. Seorang sales yang malas tidak akan pernah besar penjualannya.Pelajar yg malas jgn harap lulus ujian
Rasa malas jelas merugikan. Obat mujarabnya adalah menumbuhkan kebiasaan mendisiplinkan diri dan menjaga kebiasaan positif tersebut.

Sekalipun seseorang memiliki cita-cita atau impian yang besar, jika kemalasannya mudah muncul, maka cita-cita atau impian besar itu akan tetap tinggal di alam impian. Jadi, kalau Anda ingin sukses, jangan mempermudah munculnya rasa malas.....selamat Berjuang Salam Sukses Mulia Luarrr Biasa!


Unordered List

Sample Text

Media JEMPOL. Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini

Entri Populer

Popular Posts

Recent Posts

Text Widget